10 Fakta Mengenai Transfusi Darah

Transfusi darah menyelamatkan nyawa/kehidupan serta meningkatkan kesehatan, namun banyak pasien memerlukan transfusi darah tidak mendapatkan akses akan darah tepat pada waktunya. Perlunya transfusi darah dapat meningkat setiap waktu baik di daerah perkotaan maupun pinggiran. Ketidaktersediaan darah telah mengarah pada kematian dan banyak pasien menderita oleh sakitnya. Suplai darah yang aman yang mencukupi dan tepercaya dapat dipastikan oleh adanya basis donor-donor sukarelawan yang tidak dibayar yang secara teratur mendonorkan darah mereka. Mereka juga merupakan kelompok donor paling aman oleh karena prevalensi infeksi yang terbawa oleh darah paling rendah di antara para pendonor1.

Continue reading

Pertussis – Si Batuk Rejan

Kita mungkin sudah jarang mengenal atau melihat kasus batuk rejan yang dalam istilah medis disebut sebagai pertussis, karena pada daerah dengan sanitasi atau kebersihan yang baik dan cakupan imunisasi pertussis yang luas, kasus ini hampir tidak ditemukan lagi. Namun ketika kasus ini ada, sangat mudah sekali dikenali – karena salah satu gejalanya yang khas, yaitu batuk keras dan tidak dapat terkontrol terus menerus kadang hingga penderita kesulitan mengambil napas.

Continue reading

Campak dan Imunisasi

Tahukah Anda bahwa meskipun di seluruh dunia sekitar 74% anak-anak mendapatkan dosis pertama vaksinasi campak, angka kematian karena campak menunjukkan jumlah fantastis sekitar 122.000 kematian akibat campak pada tahun 2014?1 Dan hal ini memperihatinkan karena sebenarnya kematian ini dapat dicegah melalui program imunisasi.

Biasanya imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dan dosis ulangan (second opportunity pada crash program campak) pada usia 6-59 bulan serta saat SD kelas 1-6. Terkadang, terdapat program PIN (Pekan Imunisasi Nasional) campak yang bertujuan sebagai penguatan (strengthening). Program ini bertujuan untuk mencakup sekitar 5 persen individu yang diperkirakan tidak memberikan respons imunitas yang baik saat diimunisasi dahulu. Bagi anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak: bila saat itu anak berusia 9-12 bulan, berikan kapan pun saat bertemu. Bila anak berusia >1 tahun, berikan MMR2.

Continue reading