Mengenali Pembedaan Buku, Jurnal, Koran dan Majalah Ilmiah

Bagi tenaga kesehatan profesional, penelitian menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pun demikian saya tidak bermaksud menyampaikan bahwa yang memisahkan diri dari penelitian secara serta merta menjadi tidak profesional.

Baik ketika Anda bekerja dalam praktik mandiri, di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, atau di instansi lembaga kesehatan – Anda selalu bisa membuat sebuah penelitian dan menerbitkannya dalam bentuk buku, jurnal atau majalah. Atau Anda bisa menemukan situasi di mana Anda perlu mencari atau mengutip buku, jurnal dan majalah ilmiah untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda. Continue reading

Tata Laksana Varisela di Layanan Kesehatan Primer

Varisela (Varicella / Cacar Air, ICPC II: A72 Chickenpox, ICD-X: B01.9 Varicella without complication or Varicella NOS) merupakan penyakit kulit yang umum. Infeksi akut primer disebabkan oleh virus Varicellazoster yang menyerang kulit dan mukosa. Secara klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorfisme, terutama berlokasi di bagian sentra tubuh. Masa inkubasi 14 – 21 hari.

Penularan terjadi melalui udara (air-borne) dan kontak langsung dengan penderita. Continue reading

Tata Laksana Tuberkulosis di Layanan Kesehatan Primer

Pengantar

Tuberkulosis (ICPC II: A70 Tuberculosis | ICD X: A15 Respiratory tuberculosis, bacteriologiccaly and histologically confirmed) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, namun dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Indonesia merupakan negara yang termasuk sebagai 5 besar dari 22 negara di dunia dengan beban TB. Kontribusi TB di Indonesia sebesar 5,8%. Saat ini timbul kedaruratan baru dalam penanggulangan TB, yaitu TB Resisten Obat (Multi Drug Resistance/ MDR). Continue reading

Menyusun Daftar Pasien dengan Kegawatdaruratan dan Risiko Tinggi

Saat menyusun sebuah daftar “pasien dengan kegawatdaruratan” dan “pasien dengan risiko tinggi” ada beberapa hal yang membuat saya kesulitan. Untuk pasien dengan kegawatdaruratan, daftar bisa diadaptasi seperti yang dipublikasikan oleh BPJS Kesehatan, daftar ini berlaku baik di fasilitas pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas atau klinik, dan di fasilitas pelayanan kesehatan rujukan yaitu rumah sakit.

Penyusunan daftar “pasien dengan kegawatdaruratan” pada umumnya tidak memerlukan terlalu banyak perhatian, kecuali disesuaikan dengan tempat masing-masing. Continue reading