Ajakan Menggunakan Jarum Suntik Pintar

Tidak hanya dikenal ada smartphone, atau telepon pintar, tapi juga ada smart syringe atau jarum suntik pintar. Dalam keterangan pers yang dirilis oleh WHO di Genewa hari Minggu kemarin, dunia diajak untuk beralih ke sistem smart syringe. Kita tahu, bahwa penggunaan jarum suntik secara tidak aman berpotensi menularkan pelbagai jenis penyakit. Dan dengan pendekatan baru ini, jutaan orang bisa terlindungi dari infeksi menular. Continue reading

Terapi Masal Azithromycin Dosis Tunggal untuk Frambusia

Frambusia (dalam bahasa Inggris: Yaws), dikenal juga sebagai Patek di Indonesia. Penyakit ini sudah ada sejak lama, bahkan catatan di awal abad ke-20 – dan merupakan salah satu penyakit kulit paling menular. Dengan semakin umumnya penggunaan antibiotik di abad ke-21 ini, penyakit ini semakin jarang kita jumpai. Biasanya dulu pengobatan menggunakan penicilin atau tetracycline. Frambusia disebabkan oleh Treponema pallidum subspesies pertenue. Continue reading

Adikuman – CRE

Belakangan ini topik tentang adikuman (superbug) – CRE – carbapenem-resistant Enterobacteriaceae menjadi hangat kembali. Carbapenem dikenal sebagai salah satu antibiotik garis akhir dalam melawan infeksi bakteri jika antibiotik lain gagal, sehingga jika ada kelas bakteri enterobakter yang kebal terhadap carbapenem, maka ini adalah mimpi buruk bagi banyak klinisi, dan pasien yang terkana. Sehingga kuman yang memiliki kemampuan seperti ini disebut sebagai superbug – adikuman. Continue reading

Kesenjangan Terapi Epilepsi

Dalam presentasi sederhana beberapa pekan yang lalu, organisasi kesehatan dunia menyebut adanya kesenjangan terapi epilepsi di pelbagai belahan dunia, terutama di negara berkembang atau terkebelakang. Epilepsy Treatment Gap, demikian mereka menyebutnya. Ada sejumlah faktor yang diakui menjadi kesulitan menjembatani kesenjangan ini, dan mungkin faktor yang sama juga terdapat di negara kita. Continue reading

Hari Kesehatan Dunia 2015: Keamanan Pangan

Pada tanggal 7 April 2015 mendatang, saat Hari Kesehatan Sedunia, WHO mengambil topik keamanan pangan (food safety). Pangan yang tidak aman bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, mulai dari keracunan makanan ringan, hingga pada kematian. WHO memperkirakan ada sekitar 2 juta korban meninggal dunia setiap tahunnya akibat makanan yang tidak aman, terutama anak-anak. Makanan dapat mengandung bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia yang berbahaya yang bertanggung jawab atas lebih dari 200 jenis penyakit mulai dari diare hingga kanker. Continue reading