Pedoman Rujukan Berjenjang

Pada era BPJS Kesehatan, layanan kesehatan menggunakan sistem rujukan berjenjang. Mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (dokter keluarga, klinik pratama, puskesmas) ke tingkat sekunder, hingga pada akhirnya ke tingkat tersiar. Dengan demikian pasien diharapkan mendapatkan pelayanan optimal, dan fasilitas layanan kesehatan mampu menangani kasus kesehatan sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing.

Terdapat sejumlah kriteria pasien untuk dapat dirujuk dari fasilitas kesehatan dasar ke fasilitas layanan kesehatan lanjutan. Praktisi kesehatan biasanya memiliki panduan mereka masing-masing. Continue reading

Survei Kepuasan Pasien pada Pelayanan Rumah Sakit

Umum bagi sebuah rumah sakit untuk melakukan survei atau jajak pendapat dalam menentukan tingkat kepuasan atau pandangan pasien terhadap pelayanan rumah sakit selama pasien menjalani layanan kesehatan. Salah satunya adalah menggunakan HCAHPS [1. http://www.hcahpsonline.org Centers for Medicare & Medicaid Services, Baltimore, MD. Diakses pada 1 Agustus 2016] yang tentunya memerlukan sejumlah pelatihan sebelumnya terhadap staf yang akan mengadakan survei.

Survei kepuasan pasien dapat berpusat pada bagian-bagian tertentu, seperti gizi atau farmasi. Dapat juga secara umum menilai pandangan pasien, yaitu – misalnya – apakah pasien merasa senang, puas, dan nyaman selama dirawat di sebuah rumah sakit. Dan data yang diperoleh melalui survei ini dapat menjadi tolok ukur kualitas pelayanan rumah sakit di mata pasien. Continue reading

Membangun Sebuah Hospital Disaster Plan

Indonesia adalah wilayah rawan bencana alam dan bencana buatan manusia. Rumah Sakit adalah salah satu area kerja yang menghadapi tantangan dalam bersiap-siaga menghadapi bencana ini. Oleh karena itu wajar, ketika membangun rumah sakit pertama kali, area yang rawan terkena dampak bencana perlu dihindari, atau tempat di mana bencana mungkin memberikan dampak paling merusak tidak akan cocok dijadikan rumah sakit.

Namun demikian, bencana tidak selalu bisa dihindari. Kita memiliki segudang bencana di negeri ini, baik itu bencana gunung meletus (abu vulkanik), gempa bumi, banjir, angin kencang, hingga bencana buatan manusia seperti ancaman bom dan terorisme. Ketika bencana ini terjadi, rumah sakit akan terkena imbasnya, baik imbas langsung dari bencana seperti kerusakan bangunan dan sistem, maupun imbas tidak langsung seperti lonjakan korban bencana yang menjadi pasien. Continue reading