Tanya Jawab Penyakit Anthrax pada Manusia

Penyakit anthrax secara alami umumnya lebih sering menyerang hewan pemamah biak, namun tidak jarang kasusnya juga terjadi pada manusia. Beberapa hari belakangan ini, isu anthrax kembali merebak di Yogyakarta. Kali ini, penulis akan membagi sedikit saduran tanya jawab tentang anthrax yang dialihbahasakan dari situs WHO1.  Kondisi yang anthrax selama mendapatkan penanganan medis yang tepat dan segera, umumnya dapat sembuh dengan baik. Potensi bahaya yang lebih tinggi umumnya jika ditemukan terjadi kasus anthrax paru, yang mengarahkan kecurigaan pada kemungkinan bioterorisme. Tanya jawab di bawah juga memunculkan sedikit mengenai kekhususan tersebut.

Anthrax

Ilustrasi infeksi antraks kulit. Sumber gambar: eurosurveilance.org

Continue reading

Pertussis – Si Batuk Rejan

Kita mungkin sudah jarang mengenal atau melihat kasus batuk rejan yang dalam istilah medis disebut sebagai pertussis, karena pada daerah dengan sanitasi atau kebersihan yang baik dan cakupan imunisasi pertussis yang luas, kasus ini hampir tidak ditemukan lagi. Namun ketika kasus ini ada, sangat mudah sekali dikenali – karena salah satu gejalanya yang khas, yaitu batuk keras dan tidak dapat terkontrol terus menerus kadang hingga penderita kesulitan mengambil napas.

Continue reading

Tata Laksana Leptospirosis di Layanan Kesehatan Primer

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang menyerang manusia disebabkan oleh mikroorganisme Leptospira interogans dan memiliki manifestasi klinis yang luas. Spektrum klinis mulai dari infeksi yang tidak jelas sampai fulminan dan fatal. Pada jenis yang ringan, leptospirosis dapat muncul seperti influenza dengan sakit kepala dan myalgia. Tikus, adalah reservoir yang utama dan kejadian leptospirosis lebih banyak ditemukan pada musim hujan. Continue reading

Tata Laksana Infeksi Dengue di Layanan Kesehatan Primer

Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Saat ini diketahui secara luas virus Dengue memiliki empat jenis serotipe: DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Infeksi oleh salah satu serotipe akan menimbulkan kekebalan (antibodi) terhadap serotipe tersebut, namun tidak untuk serotipe yang lainnya, sehingga seseorang dapat terinfeksi demam Dengue empat kali sepanjang hayatnya1. Continue reading