Pesan Presiden RI dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017

Saat saya menyimak cuplikan pesan dari Bapak Joko Widodo – Presiden RI pada Rakernas 2017, saya mengambil beberapa pesan yang bermakna.

Dalam taraf pendapatan masyarakat saat ini, selayaknya sudah tidak ada lagi anak-anak yang tumbuh dengan kekurangan gizi, bahkan sejak di dalam kandungannya.

Selayaknya juga penyakit-penyakit yang dapat dicegah sudah menjadi prioritas bagi tenaga kesehatan dalam bekerja mencegah penyakit-penyakit tersebut dibandingkan upaya pengobatannya. Tingginya angka pelayanan kesehatan bagi penyakit yang dapat dicegah bukan merupakan sebuah kebanggaan bagi para pelaku dunia kesehatan.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan perlu digugah lagi, “jangan sampai ada uang untuk beli rokok, namun tidak memperhatikan kebaikan gizi bagi anaknya”.

Kesehatan secara meluas di Indonesia harus dapat ditingkatkan jika kita hendak bersaing dengan negara-negara maju di dunia.

CERDIK Mencegah Kanker

Dengan pola hidup yang tepat dan lingkungan yang sehat, penyakit kanker dapat dicegah terjadi pada tubuh seseorang. CERDIK merupakan akronim yang dipopulerkan dalam upaya mengajak masyarakat untuk hidup sehat dalam rangka mencegah penyakit kanker.

Oleh karena setiap orang bisa menjadi CERDIK, maka diharapkan setiap orang dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan penyakit kanker di lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga. Continue reading

12 Tips Hidup Sehat

Bagaimana menjaga agar hidup kita tetap sehat? Sebenarnya banyak orang yang tahu, namun kadang sering kali lebih kurang peduli. Berikut adalah 12 Tips Hidup sehat yang baru-baru saja dirilis oleh badan kesehatan dunia. Dan Anda mungkin akan menemukannya begitu dekat dengan keseharian Anda.

Continue reading

10 Fakta Mengenai Transfusi Darah

Transfusi darah menyelamatkan nyawa/kehidupan serta meningkatkan kesehatan, namun banyak pasien memerlukan transfusi darah tidak mendapatkan akses akan darah tepat pada waktunya. Perlunya transfusi darah dapat meningkat setiap waktu baik di daerah perkotaan maupun pinggiran. Ketidaktersediaan darah telah mengarah pada kematian dan banyak pasien menderita oleh sakitnya. Suplai darah yang aman yang mencukupi dan tepercaya dapat dipastikan oleh adanya basis donor-donor sukarelawan yang tidak dibayar yang secara teratur mendonorkan darah mereka. Mereka juga merupakan kelompok donor paling aman oleh karena prevalensi infeksi yang terbawa oleh darah paling rendah di antara para pendonor1.

Continue reading

Campak dan Imunisasi

Tahukah Anda bahwa meskipun di seluruh dunia sekitar 74% anak-anak mendapatkan dosis pertama vaksinasi campak, angka kematian karena campak menunjukkan jumlah fantastis sekitar 122.000 kematian akibat campak pada tahun 2014?1 Dan hal ini memperihatinkan karena sebenarnya kematian ini dapat dicegah melalui program imunisasi.

Biasanya imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dan dosis ulangan (second opportunity pada crash program campak) pada usia 6-59 bulan serta saat SD kelas 1-6. Terkadang, terdapat program PIN (Pekan Imunisasi Nasional) campak yang bertujuan sebagai penguatan (strengthening). Program ini bertujuan untuk mencakup sekitar 5 persen individu yang diperkirakan tidak memberikan respons imunitas yang baik saat diimunisasi dahulu. Bagi anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak: bila saat itu anak berusia 9-12 bulan, berikan kapan pun saat bertemu. Bila anak berusia >1 tahun, berikan MMR2.

Continue reading